Udah lama mau kutulis pengalamanku saat lepas dari krim dokter. Soalnya ini mungkin jadi pengalamanku satu-satunya yang complicated tentang penampilan fisik terutama wajah. buat para wanita, siapa sih yang enggak mau punya wajah bening, mulus, bersih, tarolah enggak punya masalah apapun. Nah disini aku mau sedikit berbagi pengalamanku, siapa tahu bisa membantu kalian-kalian yang sedang berjuang lepas dari krim dokter.
Aku cantumin dulu, kondisi kulitku adalah 'KERING+SENSITIVE'. Untuk jerawat kemunculannya hanya sewajarnya misalnya satu atau dua itupun kalau asupan makananku sedikit kotor (Misal aku terlalu banyak makan gorengan atau pedes) atau mau PMS. Wajahku jarang berminyak, memang keuntunganku kalau pakai make-up jadinya awet ga gampang oily, tapi resikonya, ketika kulitmu ga berminyak, maka otomatis lapisan kulitmu akan memproduksi minyak berlebih yang akhirnya jadi sebum hingga menjadi 'WHITE HEAD', dan itu terjadi dikulit wajahku, kalau ga dibersihkan biasa di hidung dan dagu itu banyak komedonya. jadi sebetulnya aku malah berharap, wajahku sedikit berminyak ketika orang lain mengharapkan wajahnya tidak berminyak π£
Jadi, aku mulai mendatangi Natasha Skin Care pada tahun 2014 di klinik Cirebon. Biasanya untuk pertama kali orang datang, diharuskan foto wajah terlebih dahulu (Ritual untuk daftar pasien before after, tapi pada akhirnya ketika di tangani oleh dokter yang berbeda-beda, foto itu kurang berguna π). Setelah beberapa prosedur dijalani, keluhanku yang pertama aku ajukan adalah kulitku kering. selebihnya saat dokter menawariku untuk cream memutihkan, glowing dll, aku menolaknya. Sederhana kan? aku cuma butuh 'Kelembapan' π . oh FYI, dari dulu aku pakai pelembab Olay yang Tube, penampakannya kayak dibawah ini, ga tahu sekarang masih ada apa nggk atau udah ganti kemasan.
Selama satu minggu setelah, pakai dari krim dokter, wajahku memerah dan panas, kayaknya inflamasi. Reaksi ini sepertinya karena dosis Cream yang terlalu keras, dari situ kurang lebih aku bulak balik ke Natasha sampai Creamnya berdosis rendah dan cocok di kulit wajahku. Dan akhirnya, Ta Da~! Wajahku bener-bener lembap plus cerah, bonusnya glowing dan Chewy, nggk kering. Hanya pemakaian kurang lebih 3 bulan, wajahku maksimal bak artis korea πΈπ. Setelah itu aku rutin, yang awalnya krim habis selama 1 bulan, kemudian aku mendatangi natasha menjadi dua bulan sekali. Soalnya aku pakai Cream, selama aku mau aja, nggk rutin. Selama setahun penuh baru kekecewaan terjadi, Natasha itu selalu mengeluarkan terobosan Cream dengan formula barunya, kadang saat kita beli Cream yang udah biasa kita pakai dan habis (tidak produksi lagi) maka akan digantikan dengan produk baru. Jadi seolah kondisi kulit kita mesti menyesuaikan dengan si formula baru Cream nya. Makanya, ini sebetulnya salah satu list kekecewaanku pada Natasha. Cuma dari situ ya, aku mau ga mau aku masih mencoba berharap sama Natasha.
![]() |
| Rangkaian Natasha yang udah ga aku pakai lagi |
Tahun 2017, aku Vacum full setahun dari pemakaian Natasha. Kenapa? Soalnya waktu itu aku kepotong sakit keras, baru awal 2018 aku mulai lagi mendatangi Natasha, cuma kaget banget, semua Cream yang aku pakai hampir semuanya sudah ga produksi lagi π°, hingga akhirnya aku mulai lagi dari Nol! Yang mesti mencoba Cream-Cream mana yang cocok apa nggk. Dari situ mulailah aku males-malesan pakai Natasha. Jadwalku menjadi mundur, yang biasa 2 bulan sekali ke klinik ini jadi 3 sampai 4 bulan sekali. tapi disitu mulai, kulit wajahku mengelupas abis-abisan, udah kayak kulit ular sampai ditarik dikelupasinpun bisa! Hingga akhirnya menipislah kulit wajahku, sampai kelihatan spider veinnya, udah kulitku memang putih, ini makin pucat, Fix jadi zombie. Tiap ke kampus aku di katain pucat mulu, padahal enggak sakit, atau dikatain si anak Anemia πππ. Pusing banget sampai pada Tahun 2019 bulan Agustus, barulah aku menguatkan tekad buat berhenti total dari Natasha. Why?? Soalnya dari Bulan Mei sampai Juni kembali aku jatuh sakit, pas datang ke Natasha, lagi-lagi semua formula Creamnya diganti total, kulit wajahku yang udah ga bisa menyesuaikan sama formulanya, mulai beruntusan merah di bagian pipi dekat mulut. Memang bagian itu terjadi Exfoliasi yang cukup banyak padahal aku g pernah facial atau exfoliasi atau apapun. Pokoknya kedua Pipiku Fix, bruntusan merah banyak!
![]() |
| Kondisi Agustus 2019 |
Ini foto penampakan pipi kananku, beruntusan merah, dan kalaupun di dempul pakai make-up kayak jalan sungai kering, gerinjulan. Astaga π aku nangis dan g mau ke kampus. Sampai-sampai ada jadwal tesispun aku sedikit undur-undur terus, malunya minta ampun. Dari situ, aku mulai paham saat udah berhenti dari Cream dokter, orang-orang biasa bilang itu efek dari 'ketergantungan' cuma menurutku ini merupakan kondisi kulit dimana asupan nutrisi selama kita memakai Cream dokter tidak terpenuhi makanya bisa dibilang sedang 'Rewel atau Mewek' kulitnya π€.
Selama masa pemberhentian dari pemakaian Cream dokter, yang aku lakuin adalah :
- Cuci muka hanya pakai air hangat kuku di lap kain tepuk lembut-lembut
- Ga pakai Mousturizer sama sekali
- Hanya pakai Virgin Olive oil. (FYI aku g pakai olive oil dari herborist ataupun mustika ratu, soalnya di wajahku g cocok dan gatal, di herborist olive oilnya mengandung mineral oil, yang membuat wajah kalian jadi berkomedo sementara mustika ratu, jadi membuat kulit wajahku gatal super disertai beruntusan seperti kuman-kuman gitu)
- Sehari dua kali minum teh hijau
- Tidak makan daging-dagingan dulu (FYI aku memang alergi dengan ayam + telur, tapi untuk mempercepat proses BreakOut, sebaiknya kalian makan sayuran tanpa protein, juga hindari dulu produk mengandung susu)
- Setiap keluar pakai masker, berguna banget ngurangin asep sama kotoran ke wajah.
Selama 10 hari, itu aku bertahan dengan wajah BO ku yang super. Sambil baca-baca artikel, mostly orang-orang setelah BO pindah skincare ke Wardah, banyak review yang merasa cocok, maka aku tertarik mencoba rangkaian skincarenya, kemudian yang kupilih adalah Wardah Nature Daily, baik yang Seaweed ataupun AloeVera.
Foto diatas itu aku beli 1 set untuk rangkaian Wardah Nature Daily for Dry skin. Awalnya aku semangat banget, habis proses BO ini selesai harapannya ini wardah bisa cocok di wajahku. Setelah dirasa cukup memberikan jeda pada kulit wajahku untuk beradaptasi dari BO, meski belum sembuh total dan menyisakan bruntusan merah. Aku pakailah wardah ini...dan... πππ ENGGAK COCOK!!! Wajahku menjadi-jadi parah merah, yang biasanya bruntusannya kecil-kecil malah membesar tapi tetap bukan jerawat. Wuaaa π, aku nangis.
Diatas kondisi wajahku pas akhir agustus, itu bruntusan merah semuka! Padahal itu minggu depannya aku harus persiapan untuk sidang π. G Kebayang, lagi sidang di tonton orang banyak pas wajah lagi begini OMG pengen nangis, g sanggup liat wajahku menjadi begini, aku nggk ngerti kenapa BO nya malah makin parah bukannya berkurang. Apakah ini karena Wardah yang gak cocok atau BO ku masih dalam proses. Dari situ aku mulai baca-baca deh semua artikel seputar BO sampai kandungan-kandungan skincare buat tipe jenis kulit wajahku.
Ternyata, proses BreakOut itu ada 2 macam, yang pertama itu Purging yang kedua Alergi. Nah, kalau purging itu, biasanya muncul dibagian kulit yang biasa timbul permasalahan. Misalnya Jerawatku biasa timbul di hidung nah pas purging akan timbul lagi di hidung selama proses BO, sedangkan alergi itu, reaksi ketidakcocokan kulit terhadap suatu produk baik saat berhenti maupun saat mencoba yang baru dan waktunya sangat lama untuk pulih dibandingkan dengan purging. Juga Alergi akan muncul hampir disemua bagian kulit.
Dan...oke Fix, aku BO alergi!
Selanjutnya aku baca deh yang kandungan-kandungan Skincare yang mesti dihindari olehku, ternyata ada beberapa :
- Methyl
- Paraben
- Fragrance
- Mineral Oil
- SLS dan SLES
Arghh~ memang pas aku aplikasikan ke wajahku terutama yang Face wash Aloe Vera, gila emang wajahku bruntusan merah, ternyata mengandung SLS (Sodium Lauryl Sulphate). Dan hampir semua produk wardah pakai SLS untuk Face Wash bahkan skincare yang lain. Kalaupun yang bener-bener nggk ada, harganya cukup mahal macam Cetaphil atau produk-produk yang bisa ditemui di Watson atau Guardian. Dan Cetaphilpun belum tentu cocok. Ribetnya! Kulit wajahku menjadi rewel semenjak aku berurusan dengan Natasaha, seolah keadaan normal kulitku yang cuma kering dan butuh kelembapan, menjadi kebutuhan yang komplikasi, kini pori-pori pipiku yang dekat dengan hidung sedikit membesar, komedoku yang biasa dihidung dan dagu kini muncul dipipi, saat aku keluarin pori-pori pipiku sedikit bolong-bolong πππ, emang penyesalan datang terakhir. Nyesel aku pakai Cream-cream dokter.
Pernah terbesit aku pengen datangi dokter kulit. Ya, Dokter spesialis kulit dan kelamin, soalnya permasalahanku bukan lagi pada penampilan, tapi udah tahap alergi dan ga sembuh-sembuh. Cuma mamaku melarangku, soalnya itu tetep nanti disuruh pake Cream dokter juga ntar hasilnya ketagihan lagi. Aku pikir iya juga sih aku uda lepas dari Cream dokter malah niat mau di dempul Cream dokter lagi. Arghh~ Tapi aku gak tahan tiap kali ngaca, wajahku hancur π. Akhirnya jalan satu-satunya, aku 'TUTUPIN CERMIN' dikamar pakai kain dan ga pernah ngaca-ngaca lagi, kebetulan aku lagi diem dirumah, jadwalku ke kampus mulai agak jarang, jadi aku bener-bener diem di dalam rumah g keluar sedikitpun.
Lalu aku juga udah nyerah mau coba skincare apapun, yang akhirnya aku ga pakai apapun. Tapi mamaku menawariku pelembab, se-enggaknya pelembab itu perlu. Meski uda males mau pakai pelembab lagi akhirnya aku nurut aja. Mamaku nawarin aku pakai pelembab dari Marcks.
Banyak review soal Moisturizer ini membuat wajah jadi Oily ataupun kurang melembabkan, tapi kandungannya cukup ringan apalagi ditambah ada Jojoba Oil. FYI jojoba oil ini emang ampuh untuk mengurangi iritasi ringan kayak kemerahan yang tiba-tiba muncul diwajah. Karena mamaku menawari ini, ya aku pakailah ini, cuma aku aplikasikan dulu ke leher, karena trauma takut BO ku malah makin menjadi-jadi lagi, cuma pas di aplikasikan ke leher, ga bereaksi apapun lalu aku pakailah di wajah. Wanginya mengingatkan pada bedak taburnya, lembut dan memang sedikit terlihat chewy di wajah tapi buatku enggak berminyak karena pada dasarnya kulitku kering.
Selama pemakaian 3 hari pakai Marcks ini, kulit wajahku lumayan enakan, bruntusan merah mulai kempes perlahan, bagian yang merah-merah mulai pudar tapi tetep ga hilang. Cuma kalau di aplikasikan dengan bedak, Merah-merah dan bruntusanku ga terlalu keliatan, tapi tetep gerinjulan. Tapi bomat deh, segini udah mendingan. Jadi dari sini, aku uda make Moisturizer Marcks sama bedak taburnya, buat perawatan wajah. Untuk hapus make-up, aku ga pakai micellar water, soalnya kondisi kulitku masih bisa dibilang sakit, meski Micellar water itu ringan dan ampuh mengangkat kotoran, aku cuma pakai Virgin Olive oil untuk angkat kotoran sama kapas, sisanya aku bersihkan lagi pakai kain dan air hangat kuku lalu tepuk-tepuk halus.
Hari H tiba, mau ga mau aku mesti ke kampus untuk berurusan sama sidang, kulit wajahku memang belum sembuh benar tapi sudah mendingan, kayaknya udah mulai tenang dan beradaptasi sama Marcks. Dengan banyaknya kegiatan diluar, otomatis debu sama kotoran lebih banyak yang menempel di wajahku, terbesitlah aku pengen beli Face Wash yang g memiliki kandungan 5 diatas tadi. Cuma ya apa? Hampir semua face wash ada salah satu dari 5 kandungan tsb terutama SLS. Masa ia aku mesti beli yang mahal-mahal, dan belum tentu cocok. Tapi mau ga mau, sepulang dari kampus aku mampir ke drugstore untuk beli face wash.
Tiap produk yang aku lihat, aku baca dengan teliti soal kandungannya. Mba-mbanya sampai senyum-senyum seolah aku kayak anak rajin π, padahal aku juga kepaksa baca beginian kalau ga kulit wajahku gini. Awalnya aku beli Wardah Face Wash yang white secret (Lagi-lagi wardah! emang gak kapok π). Kenapa aku pilih wardah yang white Secret? Disitu ada kandungan AHA untuk merangsang pertumbuhan kulit yang baru. Aku mikirnya, karena kulit wajahku udah tipis kemungkinannya kulit wajahku bakalan balik lagi ke normal.
Esok paginya aku coba cuci muka pakai wardah ini, dan hasilnya~ Ta da... lagi-lagi gak cocok!! π
Kulit wajahku sebagian merah-merah dan luar biasa gatal, pas aku baca-baca teliti lagi, di situ ada kandungan SLS sama AHA itu menyebabkan iritasi, jika terjadi hentikan pemakaian! What?! SLS, ko aku ga baca pas beli, apa aku kebanyakan baca dulu facial wash yang lain, makanya yang ini seolah ga ada SLS nya (Stress tingkat dewa πππ) Dan setelah aku baca-baca soal AHA lebih detailnya ternyata 'AHA memiliki kemampuan untuk merusak lapisan kulit di bagian terluar (stratum korneum). Tujuannya yaitu untuk merangsang pertumbuhan kulit baru yang lebih sehat'. Alamak~ Kulitku emang ga mau dirusak lagi. Cuma aku juga butuh Face Wash, soalnya udah banyak kegiatan diluar, debu juga makin tebal. Ga cukup dibersihkan pakai air doang.
Esoknya, aku balik lagi ke drugstore, Dirak sebelah Wardah ada produk baru, namanya Emina. Emina saat ini lagi booming dikalangan remaja. Awalnya aku ga tertarik. Tapi aku coba baca kandungannya. Dan aku heran banget, aku kirain, Emina Face Wash Bright Stuff ini bakalan mengandung SLS atau Fragrance, biasakan buat Remaja suka wangi-wangi gitu, model Citra juga Face Washnya semerbak tiap temen make. Ini Emina Face Wash Bright Stuff, gak ada SLS ataupun Fragrance. Terus aku mikir, ini seriusan? Ukurannya 50 ml, unyu pink dan cewe banget harganya pun murah meriah. Meski ragu, aku beli deh.
Malamnya aku coba aplikasikan ke leher dulu selama 2 hari dan nunggu reaksi. Ternyata ga berasa gatel merah ataupun kering. Lanjut 2 hari kemudian, aku aplikasikan ke wajah. Iya, wajah! aku uda ngebayang ini pasti merah, alergi lah bruntusan lah. Duh aku cuma bisa pasrah. Beres aku basuh lagi wajah, buru-buru aku ngaca dan....OMG!!!! ga merah ga gatel ga apa-apa!!!!!! Rasanya pengen nyanyi 'We are champion' sambil salto!!!! Ini!! Ini nggk mimpi kan?!! Cocok pas sip!! Aku sampe nangis haru, *Akhirnya ku menemukanmu~ By Naff
Habis dari situ aku masih nunggu harap-harap cemas, meski cocok di awal, tapi waspadaku belum menurun, takut-takut reaksinya ada di beberapa hari setelah pemakaian, bruntusanku perlahan hilang bukan lagi kempes, iya hilang! Jadi kering terus bisa kau pretelin dan tanpa bekas. Wajahku juga jadi bersih, kering normal. Bukan lagi kering ngelupas. Pori-pori di pipi dekat hidungku juga mulai mengecil, bruntusan yang di dalam yang buat kulit wajah gerinjulan mulai hilang dan sebagian keluar mengering dengan sendirinya.
Ini foto terakhirku September 2019 minggu kedua. Kulit wajahku sudah bersih sedia kala. Ini tanpa editan, kulitku memang putih pucat, jadi kalau ada bintik merah dikit aja, wuih kelihatan luar biasa aja. Jadi perjuanganku dari BO hampir sebulan lebih. Sebetulnya sebelum BO juga kulitku uda banyak permasalahan, yang nggk cocok sama formula baru Natasha. Jadi kalau di total, mungkin 2 bulanan. Oia, aku juga pakai Wardah White Secret yang Pure Treatment Essence, itu mengurangu bruntusan di dahiku. Aku pakai tiap malam 2 hari sekali. Tapi akhir-akhir ini, jadi ada reaksi gatal, jadi aku hentikan pemakaian.
So, sampai saat ini, Skincare ku cuma :
- Moisturizer Marcks
- Emina Face Wash Bright Stuff
- Toner Air mawar merah
- Vasseline Potrelum Jelly
- Micellar Water Garnier
Simple abis kan? Aku ga pakai Cream malam-malaman. Masih takut, tapi kalau dirasa kering, malam aku pakai Moisturizer Marcks juga, pakai tipis-tipis. Intinya, Marcks satu untuk semua. Meski kulitku uda bersihan, tapi belum tentu sembuh benar. Mengingat aku pakai Natasha udah bertahun-tahun, kebayang dong kandungan serta zat-zatnya masih belum semua dikeluarin oleh tubuh sama kulitku, So~ untuk membantu pengeluaran zat-zat yang berbahayanya, aku barengi dengan konsumsi Saffron dan menghindari makanan yang berdaging dulu. Kebetulan aku lagi belajar jadi vegetarian, semenjak aku alergi dengan ayam+telur, aku juga ragu dengan daging-dagingan yang lain. Tapi dengan begitu, sayuran-sayuran sangat membantu proses pengeluaran racun / Detoxifikasi.
Mungkin hanya sekian yang bisa aku bagikan soal pengalamanku mengenai BO dan segala macamnya. Semoga bisa membantu bagi diluar sana yang sedang berjuang juga. Saranku, ketika kulit wajahmu sudah normal, lebih baik jangan datang ke klinik kecantikan, berusahalah untuk mensyukuri yang kita punya (Diriku jadikan contoh buruknya saja, karena ketidakpuasan penampilan π). Perawatan memang perlu, tapi akan lebih baik perawatan itu tidak membuat kalian menderita, mulai dari biaya hingga barang yang didapatkan tidak susah untuk dicari.
Bagi yang sedang dalam proses BO, banyak-banyakin sabar, soalnya kalau stress terkadang bisa membuat BO makin parah dan jangan sering ngaca! Itu tuh bikin kita stress luar biasa. Tips-tipsnya udah aku bagikan, jadi mulai rajin baca mengenai kandungan-kandungannya. Tapi 5 poin diatas, perlu dihindari kalau kalian memiliki kulit se-sensitive kayak diriku.
Semoga membantu, Terima kasih banyak telah membaca π














Haloo sis..aku lagi berniat nih pengen lepas dari cream dokter sama di atas..hihi pernah lepas (gak total) di 2019 tp malah kulit muka jd berjerawat akhirnya mundur lg untuk berhenti..sekarang muncul niat lg hehe
BalasHapusHallo sis... kalau memang mau mundur, harus benar-benar konsisten. Resikonya memang pasti bakalan break-out, bisa berminggu-minggu. pokoknya selama break-out itu, wajah berasa kena kutukan :'). Tapi hasil yang didapat, ga akan mengecewakan kok. Kulit wajah kita akan normal seperti biasa lagi (Seperti sebelum perawatan)
HapusSaran dong aku baru seminggu pake Natasha bagusnya berhenti sebelum jauh apa lanjut ajjh kalo gini jadi bingung sendiri
BalasHapusHallo sis, selama seminggu itu, sis nya merasa cocok atau tidak dengan Natasha?
HapusBiasanya untuk melihat cocok atau tidaknya kulit kita saat perawatan ke klinik kecantikan, minimal itu 2 mingguan. Itupun konsumen harus bulak balik ke klinik, untuk konsultasi pengurangan/pergantian cream.
Iya ni kak.. minta saran buat yg baru bgt pake natasha baiknya mundur apa gmn?
BalasHapusHallo juga kak... ini kakaknya merasa cocok atau tidak dengan Natashanya? soalnya seperti yg sudah aku bilang, minimal ke klinik kecantikan itu 2 mingguan untuk melihat kecocokan kulit kita dengan perawatan yang ada di klinik tsb.
BalasHapusitu pun kakak, biasanya harus konsultasi k dokter dulu, cream apa yg akan diganti, atau ada tambahan atau cream yg dihilangkan.
cuma ya begitu, semua klinik kecantikan itu, setiap berapa bulan sekali, formula creamnya akan diganti terus. Misal, kakak cocok dengan cream no. 1, dan sudah berbulan2 pakainya, tiba2 datang ke klinik cream no.1 itu sudah enggak produksi lagi, otomatis kaka akan dikasih cream dengan formula baru itu.
nah, setiap formula baru itu membuat kulit kita lama-kelamaan harus mengikuti dosis cream nya. Logikanya, kulit akan lelah ataupun jadi resisten. Yang akhirnya, meski pakai cream ini itu, kondisi kulit tetap berjerawat, berminyak dll.
Jalan bagusnya memang harus berhenti, tapi harus mau hadepin break-outnya dulu... semakin cepat berhenti dari klinik, besar kemungkinan breakoutnya akan sebentar, tapi kalau sudah lama kayak aku, (ke Natasha dari 2014, bayangkan..sudah seberapa tebal mercuri yang namper dikulit wajahku..) breakout ku nyampe sebulanan malah lebih.
sebaiknya, kalau kulit wajah kaka, tidak memiliki keluhan yang cukup parah, misal hanya jerawat 1 atau 2, atau berminyak, kering dll, lebih baik pakai skincare yang bisa dibeli di drugstore saja, selain mudah ditemukan juga harganya pas dikantong.
skincareku : air keran, sama milk cleanser seminggu sekali kalau ingetπ π
BalasHapusskincareku : air keran, sama milk cleanser seminggu sekali kalau ingetπ π
BalasHapusaku juga pemakai natasha tapi sering selingkuh cream macem macem ygdijual online kak daaan ini aku benar,benar berhenti setelah 7th bolak balik natasha, skrg saya pake skincare routine dg urutan yg disarankan untuk kulit yg BO DAN cenderung gampang berjerawat, Alhamdulillah nemu serum dari somethinc produk lokal tapi recomended untuk yg lagi pengobatan dari masalah BO YG PARAH ATAUPUN RINGAN. tapi yg jadi kegalauanku skrg pgen yg cepet mulus gitu, krn rasanya udah bertahun tahun saya melihara muka yg bruntusan merah dan pori besar, (padahal bbaru 2bulan pke skincare aman)soalnya liat yg mulus mulus pje cream yg dijual online bikin ngilerπ±pgen pke cream aja lbh hemat
BalasHapusyg aku tanyakan nih klo misal dr natasha bagusnya pke Erha?/larissa/ apa ya??π kn istilahnya natasha disis tinggi , klo misal pke cream lain dosis rendah pasti gx mempan di kulit,
Hapuspendapatku ya, masing-masing klinik kecantikan itu relatif mengenai formulanya, apakah itu dosis tinggi/rendah. Misalkan kalau mba nya dari Natasha ingin pindah ke Erha kemungkinan bisa cocok atau juga tidak. Soalnya temenku dari Erha pindah ke LBC, infonya Erha itu keras. Yang lain infonya malah LBC keras jadi pindah ke MD. So...bingungkan? g mungkin di coba satu-satu kliniknya. Lebih baik, untuk jalan aman gunakan produk skincare yang bisa di dapatkan di drugstore. Lalu, cantik instan itu berbahaya apabila membeli produk yang masih diragukan. Kalaupun mau cantik instan, datang ke klinik perawatan setingkat 'Dermaster' yg sekali dateng merogoh kocek 2jt-an ke atas :D, tapi itu hasilnya bagus dan aman.
Hapusaku abis pake natasha jerawat malah makin parahm.cerah iya. mau berhenti tapi niat ga niat. berarti kalo.berhenti kita ga boleh pake apa2 dulu gt ya kak? wajahku gatal2, kalo bis oake cream pagi malah peruh teramat sangat.
BalasHapusHallo, kalau mau berhenti harus di niatkan dulu :D
HapusBetul, dulu pas aku berhenti, aku stop tidak pakai apa2 dulu selama semingguan karena break out.
Kalau ada reaksi gatal2 seperti itu, kemungkinan itu kulitnya alergi. sebaiknya hentikan, kalau diteruskan nanti muncul kemerahan dan inflamasi.
Kak, kalau mau berhenti langsung stop total atau pelan pelan ya kak? Ada muncul flek hitam ngk setelah berhenti?
BalasHapusAku udah dua bulanan berhenti dari Natasha karna kesini kesini kok malah beruntusan padahal dlu kinclongnya minta ampun ,,,nyoba Konsul ke spesialis kulit ternyata ada alergi dikasih lah obat sama salep racikan Alhamdulillah membaik ,,setelah membaik nyoba pakee skincare azarine karna liat liat katanya baguss eeh baru beberapa hari langsung bruntusan lagi apalagi di sekitaran mulut banyak banget ,akhirnya gak pake apa apa lagi ,cuma pake salep yg dari dokter Alhamdulillah membaik lagi ,,setelah membaik nyobain lagi produk Safi yg dermasafe karna katanya itu bagus buat kulit sensitif dan bisa menenangkan kulit muka bruntusan ,tapi sayang setelah bberapa hari pake muka ku bruntusan lagi ,jadi bingung harus pake apaaaaππππ
BalasHapusHai kak, memang krim dokter sama dengan skincare lebih baik bils ingin mundur jangan pakai krim racikan dokter. Pilih yg bebas dijual di toko tp kondisikan dengan kondisi wajah masing masing . Coba gentle cleanser derma 365. Aku jg proses lepas dr natasha dan krim dokter spkk gilak breakout sampe mental down
HapusBener banget...muka berasa dapat kutukanπͺaku jg baru proses lepas krim dokter, kadang tergoda untuk balik lagi, sedih banget liat kaca..huhuhu
BalasHapusHaloo kak, stelah baca pengalaman kakak aku ngerasa mirip banget sama aku yang sekarang, aku baru sekitar 2 hari lepas krim natasha gara2 kulit muka ku makin tipis, merah+keliatan spider vein nya. trs aku nyoba pake serum dari produk lain sekarang malah jd beruntusan semuka+merah bgt, sedih bgt kalo ngeliat muka sekarang ancur banget gaberani keluar2 rumah, bingung bgt harus ngapain
BalasHapus